<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PuangDOTcom &#187; Networking Tutorial</title>
	<atom:link href="http://blog.puang.com/category/tutorial/networking-tutorial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.puang.com</link>
	<description>The Inspiration BLOGSPOT</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Jul 2010 05:00:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kabel UTP harus sesuai standard ?</title>
		<link>http://blog.puang.com/2009/07/kabel-utp-harus-sesuai-standard/</link>
		<comments>http://blog.puang.com/2009/07/kabel-utp-harus-sesuai-standard/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 17:35:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Networking Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[UTP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.puang.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Dalam berbagai situasi pembangunan jaringan internet selama ini, sering saya mendapatkan pertanyaan tentang urutan kabel utp yang benar.  Betulkah bahwa urutan kabel sesusai aturan standar TIA 568 A &#8211; B itu tidak berpengaruh terhadap kualitas jaringan LAN yang dibangun ?

Berikut copyan informasi dari berbagai web/blog yang membahas tentang pemasangan kabel UTP :
&#8230; Urutan pin tipe [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam berbagai situasi pembangunan jaringan internet selama ini, sering saya mendapatkan pertanyaan tentang urutan kabel utp yang benar.  Betulkah bahwa urutan kabel sesusai aturan standar TIA 568 A &#8211; B itu tidak berpengaruh terhadap kualitas jaringan LAN yang dibangun ?</p>
<p><span id="more-122"></span></p>
<p>Berikut copyan informasi dari berbagai web/blog yang membahas tentang pemasangan kabel UTP :</p>
<blockquote><p>&#8230; Urutan pin tipe straightTipe ini paling gampang dibuat. Kenapa? Soalnya langsung korespondensinya 1-1. Standar urutannya sih begini (dilihat dari bolongannya konektor, dari kiri ke kanan &#8211; lihat foto disamping) : 2 orange &#8211; 1 ijo &#8211; 2 biru &#8211; 1 ijo &#8211; 2 coklat . 2 orange disini maksudnya pasangan orange muda sama orange tua, dst. Tapi ga usah ikut standar pewarnaan itu juga sebenarnya tidak masalah. Yang penting urutan kabelnya. &#8230;.</p>
<p>Source : http://linux.or.id/node/630</p></blockquote>
<blockquote><p>Memang ga usah ikutin urutan standard warna kabel tidak akan menyebabkan masalah, tapi ingat bilamana 1 tahun lagi harus tracing kerusakan kabel, maka akan bingung, apalagi orang lain yang ngeliat, karena tidak standard,</p>
<p>Source : comment at http://linux.or.id/node/630</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8230; Apa ada pengaruh? Alhamdulillah ada, tadinya saya juga bilang &#8220;ah&#8230;gak ngaruh deh&#8230;itu kan intinya kabel no 1,2,3,6 doang&#8230;&#8221;, tp ternyata enggak, pernah saya alami saat mengupgrade basis 10Mbps ke 100Mbps. Saat sudah mengganti semua Switch kira2 ada setengah dari jumlah node yg tdk OK, setelah lama berbingung2 ria, tanpa sengaja saya menyadari ternyata seluruh node yang tdk OK adalah yg tdk mengikuti standar TIA tadi, dan setelah semua di &#8216;patch&#8217; alhamdulillah masalah selesai. &#8230;</p>
<p>Source : comment at http://linux.or.id/node/630</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8230; sa jg punya pengalaman menarik waktu belajar pasang kabel jaringan. waktu itu sa pkr urutan warna nda masalah eeh trnyata bkn pusing. wkt itu sa pasang kabel lbh 70m, tp tdk berhasil konek.sa pikir karena konektor yg tdk bagus, sampai2 hampir habis tuh satu kotak sa pakai&#8230;hehehe dan ternyata setelah diurutin sesuai warna standar langsung reply&#8230;.<br />
so lebih baik ikutin deh warna standarnya. &#8230;</p>
<p>Source : comment at http://linux.or.id/node/630</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8230; Sedikit kasih masukan pernah psang utp pake belden US jarak antar node to node max 80m lebih dr itu kacau, jadi amannya pasang kabel jangan lebih dari 100m ape lagi pake kabel belden yang murah tambah kacau jadi nya.<br />
hati2 pada saat tranking kabel jg sampe ketekuk alias patah dalem kan repot putus jalur&#8230;</p>
<p>Source : comment at http://linux.or.id/node/630</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8230; Tipe ini adalah yang paling gampang dibuat. Kenapa? Soalnya langsung korespondensinya 1-1. Standar urutannya begini : 2 oranye &#8211; 1 hijau &#8211; 2 biru &#8211; 1 hijau &#8211; 2 coklat . 2 oranye disini maksudnya pasangan oranye muda sama oranye tua dan seterusnya. Tapi tidak usah ikut standar pewarnaan itu juga sebenarnya tidak masalah. Yang penting urutan kabelnya. &#8230;</p>
<p>Source : http://www.ridhocyber.web.id/cara-pemasangan-kabel-utp/</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8230;<br />
Kenapa kok bisa dengan warna yang berbeda / terserah, kita bisa membuat sambungan Straight atau Cross sama dengan yang aslinya ?</p>
<p>Karena pada dasarnya susunan tersebut tidak dipengaruhi warna kabel, yang paling pengaruh adalah urutan no. Kabelnya dan syaratnya anda harus hapal pada urutan warna kabelnya.</p>
<p>Dan warna itu selalu sama misal hijau harus bertemu hijau begitu juga yang lainnya, yang berbeda hanya urutannya</p>
<p>Source : http://shareevhidayat.wordpress.com/2009/01/24/teknik-pengkabelan-lan-tanpa-harus-menghafal-warna-kabel/</p></blockquote>
<p>dan masih banyak lagi web atau blog yang membahas tentang pemasangan jaringan LAN lainnya yang pada intinya membahas topik yang sama yaitu urutan kabel yang digunakan dalam pembuatan kabel UTP LAN tersebut. Silahkan searching via google atau Yahoo dengan keyword : Kabel UTP atau Membangun LAN atau keyword yang mengandung kata LAN dan UTP</p>
<p>Untuk pengertian tentang aturan standar TIA 568 dapat di baca di http://en.wikipedia.org/wiki/TIA-568B. atau via web info TIA Online -&gt; http://www.tiaonline.org/</p>
<p>Bagaimana menurut anda ?</p>
<img src="http://blog.puang.com/?ak_action=api_record_view&id=122&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.puang.com/2009/07/kabel-utp-harus-sesuai-standard/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proxy ?</title>
		<link>http://blog.puang.com/2009/02/proxy/</link>
		<comments>http://blog.puang.com/2009/02/proxy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 07:19:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Networking Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Proxy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.puang.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Internet merupakan sesuatu hal yang tidak kasat mata.. pernah kah anda melihat internet ? hehehehe&#8230; hayo siapa yang bisa menjawab&#8230; kalau anda membuka http://www.google.com atau http://mail.yahoo.com untuk cek email&#8230; itu adalah website&#8230; nah apa hubungannya dengan PROXY ?   Proxy menurut pengertian wikipedia :
Proxy server adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Internet merupakan sesuatu hal yang tidak kasat mata.. pernah kah anda melihat internet ? hehehehe&#8230; hayo siapa yang bisa menjawab&#8230; kalau anda membuka <a href="http://blog.puang.com/go.php?http://5937064860947.usercash.com" title="(7 hits)">http://www.google.com</a> atau <a href="http://blog.puang.com/go.php?http://4190815410111.usercash.com" title="(9 hits)">http://mail.yahoo.com</a> untuk cek email&#8230; itu adalah website&#8230; nah apa hubungannya dengan PROXY ?  <span id="more-92"></span> Proxy menurut pengertian <a href="http://blog.puang.com/go.php?http://7806692183949.usercash.com" title="(7 hits)">wikipedia</a> :</p>
<blockquote><p><em><strong>Proxy server</strong></em> adalah sebuah <a href="http://blog.puang.com/go.php?http://1570113701745.usercash.com" class="mw-redirect" title="Server (8 hits)">komputer server</a> atau <a href="http://blog.puang.com/go.php?http://7719462287612.usercash.com" title="Program komputer (8 hits)">program komputer</a> yang dapat bertindak sebagai <a href="http://blog.puang.com/go.php?http://4921665784437.usercash.com" title="Komputer (6 hits)">komputer</a> lainnya untuk melakukan <em>request</em> terhadap content dari <a href="http://blog.puang.com/go.php?http://7647050112485.usercash.com" title="Internet (8 hits)">Internet</a> atau <a title="Intranet (8 hits)" href="http://blog.puang.com/go.php?http://id.wikipedia.org/wiki/Intranet">intranet</a>.  <em>Proxy Server</em> bertindak sebagai <em><a href="http://blog.puang.com/go.php?http://4382078680675.usercash.com" title="Gateway (8 hits)">gateway</a></em> terhadap dunia <a href="http://blog.puang.com/go.php?http://7500719995237.usercash.com" title="Internet (8 hits)">Internet</a> untuk setiap komputer klien. <em>Proxy server</em> tidak terlihat oleh komputer klien: seorang pengguna yang berinteraksi dengan Internet melalui sebuah proxy server tidak akan mengetahui bahwa sebuah <em>proxy server</em> sedang menangani request yang dilakukannya. <em><a href="http://blog.puang.com/go.php?http://8086485438514.usercash.com" class="mw-redirect" title="Web server (8 hits)">Web server</a></em> yang menerima <em>request</em> dari <em>proxy server</em> akan menginterpretasikan <em>request-request</em> tersebut seolah-olah <em>request</em> itu datang secara langsung dari komputer klien, bukan dari <em>proxy server</em>.  Proxy server juga dapat digunakan untuk mengamankan <a href="http://blog.puang.com/go.php?http://4894032694865.usercash.com" title="Jaringan komputer (7 hits)">jaringan</a> pribadi yang dihubungkan ke sebuah <a href="http://blog.puang.com/go.php?http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jaringan_publik&#038;action=edit&#038;redlink=1" class="new" title="Jaringan publik (belum dibuat) (No click)">jaringan publik</a> (seperti halnya <a href="http://blog.puang.com/go.php?http://1991957973688.usercash.com" title="Internet (8 hits)">Internet</a>). <em>Proxy server</em> memiliki lebih banyak fungsi daripada <em><a href="http://blog.puang.com/go.php?http://9520068686455.usercash.com" title="Router (8 hits)">router</a></em> yang memiliki fitur <em><a href="http://blog.puang.com/go.php?http://2299914921633.usercash.com" class="mw-redirect" title="Packet filtering (8 hits)">packet filtering</a></em> karena memang <em>proxy server</em> beroperasi pada level yang lebih tinggi dan memiliki kontrol yang lebih menyeluruh terhadap akses jaringan. <em>Proxy server</em> yang berfungsi sebagai sebuah &#8220;agen keamanan&#8221; untuk sebuah jaringan pribadi, umumnya dikenal sebagai <em><a href="http://blog.puang.com/go.php?http://7328501992858.usercash.com" title="Firewall (8 hits)">firewall</a></em>.</p></blockquote>
<p><span class="fullpost"><span style="font-weight: bold;">Keuntungan menggunakan proxy server:</span></span></p>
<ul>
<li> Dapat menghemat biaya bandwidth.</li>
<li> Mempercepat koneksi karena file-file web yang direquest (selanjutnya disebut object) disimpan di dalam cache sehingga tidak perlu keluar menuju internet.</li>
<li> Dapat mengatur kecepatan bandwidth untuk subnet yang berbeda-beda (mirip dengan HTB atau zaper).</li>
<li> Dapat melakukan pembatasan untuk file-file tertentu.</li>
<li> Dapat melakukan pembatasan akses kepada situs-situs tertentu (misalnya situs porno).</li>
<li> Dapat melakukan pembatasan download untuk file-file tertentu (misalnya file-file mp3, wav, dsb).</li>
<li> Dapat melakukan pembatasan waktu-waktu yang diperbolehkan untuk download.</li>
<li> Dapat melakukan pembatasan siapa saja yang boleh mengakses internet dengan menggunakan autentikasi. Autentikasi yang biasa digunakan bisa basic, digest, ataupun ntlm.</li>
<li> Dapat melakukan pembatasan-pembatasan lainnya.</li>
</ul>
<p><span style="font-weight: bold;">Kerugian menggunakan proxy server:</span></p>
<div style="text-align: justify;">
<ul>
<li> Pintu keluar menuju gerbang internet hanya lewat proxy, sehingga ketika terjadi overload, akses internet menjadi lambat</li>
<li> User akan melihat file yang kadaluarsa jika cache expire time-nya terlalu lama, sehingga meskipun di website file tersebut sudah berubah, user masih melihat file yang tersimpan di cache memory</li>
<li> Karena koneksi internet harus melalui gerbang proxy terlebih dahulu, maka kecepatan akses bisa jadi lebih lambat daripada kita melakukan koneksi langsung. Dalam hal ini keduanya akan mengakses file internet secara langsung</li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: bold;">Beberapa proxy yang sering digunakan:</span></p>
<ul>
<li> Squid Web-cache: merupakan proxy server open source dan didesain untuk berjalan di sistem UNIX dan keluarganya.</li>
<li> WinProxy: proxy server berbasis windows yang sifatnya free.</li>
<li> WinGate Proxy Server: proxy server berbasis windows yang bersifat komersial.</li>
<li> Microsoft Proxy: proxy server buatan Microsoft Corporation. Tentu saja sangat komersial</li>
<li> dan lain-lain</li>
</ul>
<img src="http://blog.puang.com/?ak_action=api_record_view&id=92&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.puang.com/2009/02/proxy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memperpanjang Kabel USB dengan Kabel UTP</title>
		<link>http://blog.puang.com/2008/04/memperpanjang-kabel-usb-dengan-kabel-utp/</link>
		<comments>http://blog.puang.com/2008/04/memperpanjang-kabel-usb-dengan-kabel-utp/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 13:42:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Networking Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[LAN]]></category>
		<category><![CDATA[USB]]></category>
		<category><![CDATA[UTP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.puang.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Pada kesempatan kali ini saya akan berusaha menulis dan mejelaskan cara membuat USB Extender dengan perpanjangan menggunakan Kabel UTP, agar dapat lebih memperjelas tulisan ini, saya juga menyertakan gambar/ foto dari album foto Pa Egoen. Sebelum nya saya ucapkan terima kasih buat Pak Goen, yang selalu memberikan inspirasi2 baru.

Ok, Mengapa kita perlu kabel USB yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Pada kesempatan kali ini saya akan berusaha menulis dan mejelaskan cara membuat USB Extender dengan perpanjangan menggunakan Kabel UTP, agar dapat lebih memperjelas tulisan ini, saya juga menyertakan gambar/ foto dari album foto Pa Egoen. Sebelum nya saya ucapkan terima kasih buat Pak Goen, yang selalu memberikan inspirasi2 baru.</p>
<p align="justify"><span id="more-15"></span></p>
<p align="justify">Ok, Mengapa kita perlu kabel USB yang panjang? Karena kabel Usb yang tersedia di Pasaran biasanya maksimal cuma 1-1,5 mtr. Walau sebenarnya ada yang 10-20 mtr, tapi jarang ada dan biasanya memerlukan USB repeater (klo ga salah itu namanya) untuk memperkuat aliran data di USB yang cukup panjang. yang menjadi masalah adalah harga USB repeater tersebut cukup mahal untuk saya beli, untunglah…<span id="more-39"> </span>Pak <strong>Goen</strong> memberikan solusi dengan memperpanjang kabel USB menggunakan kabel UTP. Karena klo kabel USB nya diperpanjang dengan UTP kemungkinan besar untuk 20 mtr masih bisa tanpa USB Repeater(walaupun masih tergantung sama USB nya yang di Motherboard juga). Biasanya keperluan kabel USB panjang ini digunakan untuk pemasangan antena USB WiFi OutDoor, perpanjangan kabel printer,USB HUB, dll…</p>
<p align="justify">Disaranakan menggunakan USB ver 1.0, karena berdasarkan pengalaman. Trik ini hampir selalu berhasil pada USB ver 1.0</p>
<p>Baiklah, kita langsung pada prakteknya saja. <strong>Bahan dan peralatan yang perlu disiapkan adalah:</strong></p>
<ol type="1">
<li><span id="more-58"> </span>Kabel UTP, panjang nya sesuai dengan keperluan. Tetapi saya sarankan tidak lebih dari 20 meter. Kalau lebih dari 20 meter, akan diperlukan usb repeater/ usb extender untuk memperkuat aliran data dan daya.</li>
<li>Kabel USB</li>
<li>Rubber tape</li>
<li>Thermofit/ kondom kabel      (optional)</li>
<li>Pipa pvc kecil</li>
<li>Gunting</li>
<li>Solder</li>
</ol>
<p><img src="http://www.puang.com/gbr/tut/image001.jpg" alt="USBtoUTP" width="265" height="202" /></p>
<p align="justify">Setelah semua bahan disiapkan, yang pertama harus dilakukan adalah Kupas kabel UTP pada kedua ujung nya. Dan di bagi menjadi 4 bagian seperti pada gambar di bawah ini. Pembagian nya, kabel orange di gabung dengan kabel putih-orange, putih-biru, hijau dan sisanya dari 4 kabel digabung menjadi satu.</p>
<p><img src="http://www.puang.com/gbr/tut/image002.jpg" alt="USBtoUTP" width="266" height="199" /></p>
<p>Selanjutnya, kabel usb yang sudah disiapkan tadi dipotong manjadi 2 bagian.</p>
<p><img src="http://www.puang.com/gbr/tut/image003.jpg" alt="USBtoUTP" width="265" height="199" /></p>
<p>Kemudian ujung2nya di kupas, seperti pada gambar dibawah:</p>
<p><img src="http://www.puang.com/gbr/tut/image004.jpg" alt="USBtoUTP" width="264" height="198" /></p>
<p>Tahap selanjutnya, masukkan pipa pvc kecil/ pipauntuk pelindung sambungan ke masing masing ujung bakel UTP</p>
<p><img src="http://www.puang.com/gbr/tut/image005.jpg" alt="USBtoUTP" width="256" height="196" /></p>
<p>Dan, begitu juga pada bagian kabel usb nya. Masukkan kondom pembungkus kabel pada masing masing bagian kabel USB.</p>
<p><img src="http://www.puang.com/gbr/tut/image006.jpg" alt="USBtoUTP" width="259" height="194" /></p>
<p>Selanjutnya, sambungkan kabel UTP dengan kabel USB, dengan urutan seperti gambar di bawah ini, sangat disarankan menggunakan solder, karena dari pengalaman saya ketika tidak menggunakan solder, USB device tidak terdetek oleh computer walaupun sudah diset menjadi USB versi 1.0 (untuk ngeset ke usb versi 1.0 atau 1.1 dlakukan lewat setting bios, perlu di ingat, klo usb di set ke versi 1, maka semua port usb akan nejadi versi 1 atau 1.1 semua nya):</p>
<p><img src="http://www.puang.com/gbr/tut/image007.jpg" alt="USBtoUTP" width="257" height="192" /></p>
<p>Setelah semua kabel tersambung, bungkus sambungan tersebut menggunakan kondom kabel/ thermofit.</p>
<p><img src="http://www.puang.com/gbr/tut/image009.jpg" alt="USBtoUTP" width="259" height="193" /></p>
<p>Dan setelah itu, bungkus kembali sambungan tadi dengan pipa pvc kecil.</p>
<p><img src="http://www.puang.com/gbr/tut/image010.jpg" alt="USBtoUTP" width="258" height="193" /></p>
<p>Semoga bisa bermanfaat.</p>
<p>Source by : <a href="http://blog.puang.com/go.php?http://yusdalicious.com/index.php/2007/12/30/memperpanjang-kabel-usb-dengan-kabel-utp-usb-extender-web-version/" title="(9 hits)">Yusda R. Noor</a></p>
<img src="http://blog.puang.com/?ak_action=api_record_view&id=15&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.puang.com/2008/04/memperpanjang-kabel-usb-dengan-kabel-utp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
